728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 11 August 2015

Manajemen Bahan Kebutuhan Pokok Tidak Tertata Baik

MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Manajemen cadangan bahan kebutuhan pokok pemerintah untuk tiga bulan terakhir tidak tertata dengan baik. Ini terlihat dari masih tingginya harga-harga bahan kebutuhan masyarakat, terutama daging. Harga daging belakangan masih sangat tinggi karena minimnya pasokan ke pasar.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Akmal Pasluddin mengungkapkan hal itu di Jakara, Senin (10/8). "Kejadian saat ini merupakan kelalaian kebijakan tiga bulan sebelumnya. Pemerintah harusnya malu, menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-70 masih dihadapkan pada situasi tingginya harga pangan," kata Andi Akmal.

Andi Akmal mengungkapkan, dalam satu pekan kenaikan daging sapi sampai tiga kali di tingkat pemotongan hewan. Tingginya harga daging, lanjutnya, akan membuat rasionalisasi bagi para pedagang besar daging untuk mengklaim pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sangat jauh dari kebutuhan. Karena sebelumnya, para importir mengajukan kuota impor sebanyak 250 ribu ekor untuk kuartal tiga 2015.

“Saya sangat berharap, pemerintah dapat segera memberi solusi terhadap tingginya harga daging sapi ini tanpa adanya impor lagi. Jika opsi Impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momentum Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan," ujar Andi Akmal.

Andi menjelaskan, setengah kebutuhan nasional daging diserap di wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Artinya, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, yang paling merasakan dampaknya adalah wilayah-wilayah tersebut.

"Contohnya di sekitar Bandung Raya, seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan mulai Sabtu hingga Rabu mendatang. Ini yang membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging," tutur Andi Akmal.

Lebih lanjut Andi Akmal memaparkan, saat ini harga dipasaran masih terlalu tinggi, yakni mencapai Rp120.000 sampai dengan Rp130.000 per kilogram. Menurut Andi Akmal, harga wajar seharusnya maksimal Rp90.000 per kg.

Andi Akmal mengapresiasi beberapa pemerintah daerah yang berinisiasi menggelar operasi pasar dengan penjualan harga daging Rp90.000 per kg.


Sumber : Tajuk.co
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Manajemen Bahan Kebutuhan Pokok Tidak Tertata Baik Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah