728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 1 September 2015

Siapakah Yang Panjang Usianya?

MUHARRIKDAKWAH - Dalam perhitungan kita, orang yang panjang usianya, adalah orang yang lama hidup di dunia, artinya usianya mencapai puluhan tahun, atau ratusan tahun. Sebab secara kuantitas, ia mempunyai usia lebih banyak, kesempatan yang lebih banyak dan masa hidup yang lebih panjang.

Akan tetapi, ada satu hal yang perlu kita ingat agar kita tidak terjerumus padanya sebab hal ini adalah sesuatu yang sangat buruk, yaitu kesia-siaan hidup. Untuk itu merilah kita simak uraian berikut.

Ada tiga orang yang usianya berbeda. Si A berusia 110 tahun. Si B usianya 63 tahun dan si C usianya hanya 40 tahun. Berdasarkan asumsi di atas kita akan mengatakan bahwa yang panjang usianya adalah si A. Akan tetapi, apabila kita menemukan kenyataan lain dalam perjalanan hidup tiga orang di atas, mungkin kita akan mengatakan pendapat yang berbeda.

Jika ternyata si A, selama hidupnya dia selalu berbuat dosa, menenam kebencian dalam dirinya, menimbulkan permusuhan di antara orang lain, sering berbuat maksiat, tidak pernah berbuat taat dan tak pernah sedikit pun berjasa atau berbuat kebaikan untuk orang lain, hingga nyawa meninggalkan jasadnya dia masih ada dalam keadaan demikian. Maka satu hari setelah dia meninggal dunia, orang mungkin masih mengingat namanya. Tetapi, beberapa hari berlalu orang tidak akan ingat lagi pada namanya, bahkan tidak ada keinginan sedikit pun untuk mengingat namanya. Namanya tidak akan bertahan lama dalam ingatan orang-orang yang pernah mengenalnya, atau yang pernah hidup dengannya. Bahkan seratus sepuluh tahun yang dimilikinya di dunia, tidak dijadikan sebagai kesempatan menanam agar kelak bisa memanen. Dipastikan angka nol yang akan dia peroleh karena tidak ada sedikit pun yang pernah dia simpan selama seratus sepuluh tahun hidupnya. Maka dia sudah berada dalam kesia-sia hidup.

Berbeda halnya dengan Si B. Sejak dia balig, dia tidak pernah berbuat baik, dia selalu berbuat dosa, menenam kebencian dalam dirinya, menimbulkan permusuhan di antara orang lain, sering berbuat maksiat, tidak pernah berbuat taat dan tak pernah sedikit pun berjasa atau berbuat kebaikan untuk orang lain. Akan tetapi, pada usia yang 55 tahun, kehidupannya berubah 180 derajat. Setelah bertaubat, dia benar-benar mengikuti ajaran agama dengan tekun. Beribadah, tidak maksiat, banyak beramal, bermurah hati, dermawan, banyak berjasa demi kebaiakan orang lain dan tidak lagi berbuat kejahatan. Akhirnya dia meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah. Orang-orang mengenalnya sebagai orang baik, keburukannya di masa lalu sudah dilupakan oleh orang-orang yang ada dan hidup disekitarnya. Bahkan perjalanan kehidupannya yang buruk sering dijadikan pelajaran dan dijadikan ceriman oleh orang banyak. Walau pun tidak banyak kebaikan yang dilakukannya, dipastikan dia akan merasa beruntung pada saat masa diberikannya balasan di akhirat kelak. Walau pun pasti dia akan menyesal, kenapa tidak berbuat amal yang lebih banyak lagi. Hanya amal baik selama delapan tahun dari usianya di dunia yang dapat menyelamatkan dirinya. Mungkin itu yang disesalkannya.

Yang ketiga adalah si C yang hanya berusia 40 tahun. Kehidupannya berada dalam kesalihan. Dia mendapatkan pendidikan yang baik dari orang tuanya, sehingga ketika masuk usia balig, dia sudah tahu benar mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal mana yang haram. Dan dia mampu memelihara dirinya sehingga dengan penuh kesadaran dia selalu melakukan ketaatan, rajin beribadah, tidak berbuat maksiat, murah hati, dermawan, penyayang, banyak menolong orang, bertobat atas dosa yang dilakukannya, dan banyak berjasa untuk kebaikan orang banyak, bahkan karena kesalihannya banyak orang yang datang untuk minta didoakan.. Hingga akhir usianya ia tetap dalam keadaan demikian, sehingga meninggal dunia dalam keadaan khusnul khatimah. Orang-orang mengenalnya sebagai orang shalih, dermawan, dan berjasa. Sehingga setelah meninggal, namanya terukir di hati orang-orang yang pernah mengenal dan hidup dengannya. Bahkan mereka menceritakan kebaikan-kebaikannya kepada anak cucunya, sehingga orang yang tidak hidup bersamanya pun mengenal namanya walau tidak pernah melihat wajahnya. Tak jarang, sebagai orang datang ke pusaranya sekedar mencari keberkahan dari kesalihannya. Waktu telah berlalu sekian ratus tahun lamanya, dan orang-orang pun masih menyebut namanya, mengenang dan mendoakannya.

Pertanyaannya masih sama: Siapakah yang panjang umurnya? Kenyataan ini akan mengarahkan kita untuk memberikan jawaban bahwa yang panjang umurnya adalah si C. karena dia tidak terjebak pada kesia-siaan hidup. Dia akan memanen hasil yang meruah sebagai balasan atas tanaman kebaikan yang yang disemaikannya selama di dunia.

Kita tidak akan asing dengan nama Bung Karno, Bung Hatta, Imam Bonjol, Pangeran Dipongoro dan pahlawan bangsa kita yang namanya seolah hidup sepanjang sejarah Indonesia. Seperti halnya kita mengenal baik Ayah dan Ibu kita, namanya akan senantiasa terukir dalam hati sanibari kita, bahkan sampai nyawa meninggalkan jasad kita. Sebab mereka berdua adalah orang paling berjasa bagi diri kita. Oleh karena itu, siapa pun yang berjasa maka namanya akan dikenang sepanjang masa.

Berpakah usia anda saat membaca uraian ini? Berapa tahun yang sia-sia? Berapa tahun yang berguna, baik untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain? Sebab, bukan hanya kuantitas saja yang menjadikan seseorang berusia panjang, tetapi dengan kwalitas hidup seseorang bisa “meng-abadikan” namanya.

Ditulis Oleh : Zenal Mutaqin, SS
Guru Nurul Fikri Boarding School Lembang
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Siapakah Yang Panjang Usianya? Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah