728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 8 September 2015

Sunni yang Sesat VS Syiah yang Taat

MUHARRIKDAKWAH - Anda tidak perlu tersinggung dengan judul tersebut. Lalu memuntahkan tuduhan, bahwa saya adalah pendukung Syiah. Saya hanya sekedar ingin mengkritisi, cara kita berperang dengan aliran sesat, khususnya Syiah. Tak sedikit di antara kita yang hanya fokus pada kesesatan Syiah yang tinggal dirujuk dalam pelbagai literatur sejak 14 abad yang lalu. Namun kita tidak pernah mau membuka mata pada fakta mencengangkan, bahwa kaum Syiah memiliki strategi jitu menghancurkan kaum Sunni.

Kita batasi, Syiah yang dimaksud adalah Syiah yang telah berbentuk negara. Namanya superkeren: Islamic State of Iran. Fakta yang terjadi adalah:

1. Syiah Iran, sejak revolusi Khumaeni fokus pada pemberdayaan SDM. Generasi muda mereka dibebaskan untuk menimba ilmu sains dan teknologi di Barat (Uni Soviet/Russia). Setelah pulang, mereka diberi lahan dan fasilitas menerapkan ilmunya. Wajar jika industri di Iran lebih maju dibanding negara-negara Teluk atau Mesir misalnya.

Bandingkan dengan SDM di negara Sunni Arab. Di era Qaddafi, Mubarak, Ben Ali, Asad, Saddam Husain. SDM-SDM cerdas dipenjarakan. Malah sebagiannya mengalami kematian misterius. Maka wajar, industri di negara-negara Arab mati.

2. Gaya hidup. Sejauh yang saya ketahui, bangsa Iran bukan bangsa hedonis materialistis. Mall-mall tidak pernah sepadat di negeri-negeri Sunni. Gaya hidup borjuis, menjadi hal yang diharamkan di Iran. Kendati Syiah, kesederhanaan Ahmadinejad sebelum-ketika-maupun sesudah menjadi presiden bukan pencitraan seperti di negeri-negeri Sunni. Padahal Iran memiliki cadangan minyak terbesar kedua sedunia.

Bandingkan dengan negara-negara Muslim. Investasi besar-besaran untuk kebutuhan tersier. Malah negara-negara Teluk menyimpan dananya untuk membeli klub-klub Sepakbola dunia, membangun fasilitas Moto-GP/F1. Contoh Indonesia. Kendati rupiah ambruk, konser Bon Jovi yang milyaran itu tidak terbendung.

3. Mandiri. Bayangkan, Iran mengalami peran 8 tahun melawan Irak. Setelah itu diembargo. Walau kita paham, ada kongkalingkong antara Barat dengan Iran di belakang layar. Namun yang mudah kita temukan, bangsa Iran menjadi bangsa yang mandiri dalam hal: pangan, obat-obatan, hingga alat utama sistem persenjataan. Iran mampu memproduksi kapal selam, jet tempur, peluru kendali, kendati semua berawal dari ATM (amati tiru modifikasi) produk Uni Soviet.

Bandingkan dengan kaum Sunni. Semua beli. Kebutuhan dari mulai did kamar mandi, di dapur, di sumur, di kasur, di tempat jemur, hingga kendaraan sarana meluncur. Semua made in Asing dan Aseng. Asesoris diri, rumah, kendaraan, hingga asesoris kemerdekaan semua impor.

4. Soliditas. Khumaeni menjadi simbol pemersatu bangsa Iran. Apapun partainya, siapapun presidennya. Khumaeni dan tujuan Syiahisasi menjadi fokus utama. Mirip dengan Yahudi Israel. Tak ada perbedaan mencolok dari setiap partai yang memenangkan Pemilu. Syiah Iran dan Yahudi Israel paham, siapa musuh yang harus dihadapi.

Bandingkan dengan negeri-negeri Sunni. Penguasanya hampir abadi seumur hidup. Sistem apapun, tetap seumur hidup. Rata-rata tidak memiliki visi-misi yang jelas. Kawan jadi lawan. Musuh jadi tempat berkeluh. Rakyat yang sekedar unjuk tangan dianggap pemberontak. Dibunuhi, dipenjarakan. Semua disebabkan, kaum Sunni memiliki ego berlebihan. Maka di negara-negara Sunni, sangat rawan dipecah belah. Saling sikut, saling tendang. Hal inilah yang terjadi di Mesir, di Palestina, di Indonesia, di Pakistan, di Bangladesh.

Dengan demikian, Iran menjadi negara Syiah yang kini memiliki posisi tawar terkuat. Permusuhan yang ditabuh Saudi Arabia terhadap Iran, sangat menguntungkan Israel. Kehancuran Mesir dengan kudeta As-Sisi serta pembantaian yang dilakukan Assad terhadap rakyat Syiria, adalah hal yang sangat memuluskan Iran dan Israel menguasai negeri-negeri Sunni.

Di sini saya memahami, mengapa Ikhwanul Muslimin pernah mengupayakan "at-taqrib bainassunnah wasy-syi'ah" (mencari titik temu antara kaum Sunni dan Syi'i). Sebab bagi Ikhwanul Muslimin, musuh utama yang harus dimatikan adalah Yahudi di Palestina biangkerok masalah. IM memahami, kekuatan Timteng itu ada empat: Saudi Arabia-Mesir-Turki-Iran. Namun sayang, Sunni yang sesat inilah yang membuat Iran dan Yahudi makin hebat.


Oleh: Nandang BUrhanudin 
*****
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sunni yang Sesat VS Syiah yang Taat Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah