728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Sunday, 25 October 2015

Gerindra Pertanyakan Standar Ganda KPK Saat Periksa Surya Paloh

MUHARRIKDAKWAH, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, mempertanyakan standar ganda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memeriksa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

KPK memenuhi keinginan Surya Paloh agar diperiksa lebih awal dari jadwal pemeriksaan resmi. Menurut Habiburokhman, sikap ini inkonsisten dengan sikap KPK pada tanggal 15 Juni 2012 lalu yang menolak memeriksa saksi Harry Tanoesoedibjo diperiksa lebih awal dari jadwal pemeriksaan. "Inkonsistensi KPK ini patut disayangkan," papar dia.

Menurut Habiburokhman, pada saat itu pimpinan KPK Bambang Widjoyanto mengatakan siapa pun yang dipanggil sebagai saksi harus dipanggil dengan surat panggilan resmi. Jadi siapa pun tidak bisa meminta diperiksa sekehendak hatinya tanpa ada surat panggilan.

"Sikap Bambang Widjayanto tersebut berbeda dengan sikap Johan Budi yang justru memberi apresiasi kepada Surya Paloh yang datang lebih awal," papar dia.

Bagi Habiburokhman, KPK tidak boleh menerapkan standar ganda dalam kerja-kerjanya termasuk dalam hal pemeriksaan saksi. "KPK harus ingat bahwa kerja mereka mendapat dukungan dari rakyat dan oleh karenanya senantiasa diawasi rakyat. Sedikit saja ada kebijakan yang melenceng, maka bisa dipersepsikan macam-macam," ujar dia.

Ia mengingatkan jika pemeriksaan saksi adalah salah satu tahap penting dalam kasus Tipikor. Karena dari keterangan saksi bisa ditetapkan tersangka baru. Bahkan banyak saksi yang ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

"Terus terang kami khawatir posisi Surya Paloh yang merupakan orang dekat Presiden Jokowi telah membuat KPK “silau” dan akhirnya lupa pada protap yang mereka miliki," ungkap dia. (FHR)


Sumber : Tajuk.co
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gerindra Pertanyakan Standar Ganda KPK Saat Periksa Surya Paloh Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah