728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Friday, 20 November 2015

Gagal Hadapi Intifadhah Al-Quds, Israel Kalap dan Makin Rasis

MUHARRIKDAKWAH - Intifadhah dalam bentuk aksi penikaman dan penembakan sniper gagal dihadang aparat keamanan Israel terutama di Hebron. Pekan lalu misalnya, aksi sniper berhasil menewaskan tiga Israel dekat pemukiman Atnael, Hebron selatan. Lebih dari 40 aksi penikaman, terutama sniper sebagian besar pelakunya tidak terendus Israel.

Badan keamanan Israel mengaku gagal menghadapi Intifadhah Al-Quds. Majalah militer Israel “Israeli Definis” dalam laporannya menegaskan, pihaknya menghadapi kesulitan besar menghadapi serangan-serangan Palestina yang dinilai berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama karena dilakukan dengan spirit pengorbanan lebih tinggi. Hal itu juga diakui oleh Shabak dimana generasi Intifadhah saat ini tidak berafiliasi kepada gerakan bersenjata tertentu di Palestina.

Bahkan pihak militer Israel memutuskan untuk menggunakan unit pasukan penyamar “arab” untuk menyusup ke tengah-tengah pemuda Palestina dan tetap tidak membuka kedok mereka bagaimanapun kondisinya. Kegagalan Israel dan pengakuan resmi mereka membuat warga Israel semakin resah. Ini sudah menimbulkan aksi imigrasi balik dari Israel ke dunia barat. Imigrasi dan eksodus balik itu dilansir oleh TV 10 Israel ke Kanada dan Eropa sebab pemerintah Israel tidak memberikan keamanan kepada mereka.

Pihak biro jasa perjalanan dan travel mengungkapkan, selama bulan lalu pesanan tiket perjalanan ke luar Israel meningkat tajam disamping karena pertimbangan keamanan juga karena kondisi ekonomi juga karena sistem birokrasi Israel.

Berlanjutnya Intifadhah al-Quds di kota-kota Tepi Barat menjadilan Israel harus bekerja merekrut ribuan pasukan cadangan di awal tahun 2016 nanti. Laporan media massa Israel menegaskan, militer Israel siap mengefektifkan sekitar 70 pasukan cadangan di tahun 2016 di Tepi Barat.

Usaha Israel berkolaborasi dengan Amerika untuk menghentikan Intifadhah Al-Quds tak mampu melenturkan tekad pemuda Palestina yang rela mengorbankan yang termahal sekalipun untuk berjuang meretas jalan kemerdekaan. Mereka sudah berhasil menghentikan upaya Israel membagi Masjid Al-Aqsha dan memaksa ribuan Israel berfikir untuk minggat dari Israel.

Kegagalan Israel menghadapi Intifadhah ini mendorong Netanyahu mengambil sejumlah langkah rasis. PM Zionis ini mengeluarkan intruksi pengadilan militer dengan hukuman paling berat terhadap anak-anak Palestina yang melempari pasukan Israel dan kendaraan warga pemukim Yahudi dengan batu. Intruksi juga berlaku bagi keluarga anak pelaku pelemparan bahka hingga pengusiran dan penggusuran rumah.

Bahkan dengan kedengkian hingga ke ubun-ubun, salah satu anggota Knesset Israel meminta kepada Netanyahu agar meembangun penjara khusus menahan pelaku serangan penikaman dan menangkap semua keluarga anak tersebut tanpa pengadilan sebab agar mereka jerah dan tidak lagi melakukan tindakan pembunuhan dan penikaman.

Di tengah ketakutan warganya, Israel masih bingung menjawab kapan Intifadhah berakhir?

Intifadhah Al-Quds menjadi bahaya bagi entitas zionis karena telah merontokan teori keamanan Israel bahkan mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi.

Karena itu Palestina dan pendukungnya membutuhkan dukungan untuk keberlangsungan Intifadhah ini. Jika Intifadhah dihentikan begitu saja, sama artinya membiarkan darah Palestina sia-sia ditumpahkan zionis dan kejahatan penjajah akan terus berlangsung. 

Ghassan Mustafa Shami

Sumber : infopalestina.com
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Gagal Hadapi Intifadhah Al-Quds, Israel Kalap dan Makin Rasis Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah