728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Monday, 23 November 2015

Pikiran Kita Adalah Pikiran Perubahan | Nasehat Kang Aher

(Rangkuman nasihat Ustadz Ahmad Heryawan, Lc dalam Silatnas Alumni KAMMI, Bandung 14 November 2015)

MUHARRIKDAKWAH - Setiap bertemu aktivis KAMMI, saya selalu punya harapan. Tentang keberanian anak muda. Hingga saya punya bayangan bahwa di seluruh kampus di Indonesia, setiap mahasiswa yang mengikuti pengajian dan tarbiyah harusnya wajib masuk ke KAMMI. Kita di beberapa kampus masih terbelah antara 'siyasiyun' dan 'tarbawiyun'. Mahasiswa siyasiyun mikir politik dan demonstrasi. Mahasiswa tarbawiyun hanya aktif di masjid tapi tidak mau mikir politik dan demonstrasi. Kalau aktivis KAMMI itu tarbawiyun plus. Sepanjang pengalaman saya, mahasiswa yang dulunya pernah jadi aktivis organisasi selalu punya keberanian dan kapasitas yang lebih. Dan saya kira ide soal wajibnya mahasiswa yang ter-tarbiyah untuk masuk ke KAMMI itu harus segera dikomunikasikan ke para pihak yang berkepentingan

Pikiran kita, pikiran anak muda, adalah pikiran tentang perubahan. Unsur penting dalam setiap zaman adalah spirit perubahan. Dan anak-anak muda mewarisi itu. Ia memiliki sifat alami untuk selalu berubah menjadi lebih baik. Kita harus selalu membiasakan pikiran kita dengan perubahan. Karena yang kita khawatirkan sebenarnya ketika pikiran kita tentang perubahan itu mandeg

Saya melihat dan mengamati dengan seksama bahwa lini dan obyek dakwah itu sangat luas. Selama ini kita hanya mengenal KAMMI yang mengelola anak-anak muda. Ada juga bidang perempuan. Tapi di luar itu, sebenarnya banyak lini dakwah yang belum kita garap dengan seksama dan serius. Saya berharap, alumni KAMMI ikut turun tangan terjun dan terlibat dalam mengisi kekosongan-kekosongan ini

Dalam ukuran sebuah negara, ukuran keberhasilan daerah itu PDRB. Kalau PDRB baik maka baik pula daerah tersebut. Begitu juga dengan negara. Semakin kecil "gini ratio" maka semakin makmur negara. Gini ratio di Indonesia otu sudah 0.45. Padahal rata-rata revolusi terjadi di sebuah negara itu ketika "gini ratio" menyentuh angka 0.5. Sudah hampir revolusi negara kita. Orang miskin sudah banyak yang makin marah dengan negara

KAMMI memiliki ide-ide besar. Maka alumni KAMMI adalah kristalisasi dari ide-ide itu. Alumni KAMMI adalah kristalisasi pikiran, harapan dan cita-cita dan narasi besar. Korea Selatan dan Indonesia tahun merdekanya hanya beda dua tahun. Tapi Korea jauh lebih maju dibandingkan Indonesia. Saya melihat bahwa Indonesia tidak akan pernah bisa maju karena tidak pernah tuntas narasi besarnya. Disamping banyaknya orang yang terlalu banyak berdiskusi tapi tidak menghasilkan apa-apa, kita juga lemah dalam menetapkan hal mendasar; mau kemana kita

Saya ambil contoh kecil. Bahwa di Korea Selatan, ada sebuah keputusan berani yang diambil bersama yang menyatakan bahwa tidak ada barang di dalam bumi yang dijual keluar negeri. Semua diolah di dalam negeri. Hal itu yang menjadi penyebab di Korea Selatan tidak ada satupun orang yang menganggur

Saya gambarkan ilustrasinya. Mosalnya yang dimaksud dengan barang di atas bumi, seperti industri obat atau berbahan baku atas bumi. Saya tahu betul bahwa industri riset dan penelitian di Korea Selatan maju begitu pesat. Mereka memproduksi serum dan vaksin yang dijual ke negara lain. Itu bisnis yang nilainya fantastis. Saya pernah bertanya pada salah satu pemilik perusahaan produsen vaksin di Indonesia yang masih skala kecil. Ternyata omzetnya sampai triliunan

Itu contoh barang di atas bumi. Sekarang kita cerita tentang barang di bawah bumi. Masih di Korea Selatan, mereka melarang keras barang dalam bumi yang langsung di ekspor tanpa melalui proses pengolahan. Akhirnya para pengusaha menanam uang untuk membuat induatri pengolahan agar bahan baku dari hulu bisa langsung di olah sebelum di ekspor

Karena mereka membuat industri pengolahan, maka banyak tenaga kerja terserap, mereka untung banyak. Modal pengusaha mereka besar tapi tenaga manusia berkurang. Akhirnya mereka membangun pabrik nya di Indonesia. Sementara kita, seluruh hasil tambang kita begitu dikeruk langsung dijual. Lihat saja Freeport dan tambang bauksit di Sulawesi Barat. Padahal, ketika kita menjual barang mentah keluar negeri, sebenarnya kit telah juga menjual tenaga kerja dan jam kerja

Kita beralih ke negara. Kata Imam Mawardi (Abu Al-Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al-Basri asy-Syafi'ie -red) dalam Hukum Kekuasaan menyatakan bahwa semakin kuat sebuah lembaga, maka akan semakin bermanfaat bagi banyak orang. Dan tidak ada lembaga yang lebih kuat di dunia ini kecuali lembaga negara. Maka, aktivis alumni KAMMI kalau mau banyak memberi manfaat harus menguasai negara

Kalau kita parsial atau setengah-setengah dalam merebut tangga kemajuan menuju kekuasaan, maka kita akan susah sendiri. Misalnya hanya fokus di bidang apa tapi abai dalam bidang yang lain. Kalau kita ingin menang melawan Yahudi yang menguasai semua lini, maka kita juga harus berjuang secara menyeluruh. Masuk dan berkiprah di semua linu. Jangan parsial

Dan harus ingat, alumni KAMMI kini sudah menyebar di banyak posisi. Maka saya ingatkan bahwa kita harus senantiasa mengembangkan profesi-profesi kita saat ini. Tapi fikiran-fikiran kita harus tetap fikiran-fikiran yang islami. Puncak-puncak kekuasaan harus di rebut. Jangan alergi dengan kekuasaan. Pemuda islam harus fasih berbicara tentang aqidah. Fasih berbicara akhlak. Tapi harus fasih juga berbicara soal kekuasaan. Imam Al-Gahazali menyatakan; bahwa agama dan kekuasaan itu seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan

Pikiran kedepan kita bagi seorang pemuda islam yang turun dalam gelanggang itu hanya antara dua saja; menang atau menang. Tidak ada istilah menang atau kalah. Karena kalah itu sakit. Kita juga harus berpikir besar bahwa kita harus senantiasa menyerang. Jangan diam. Karena pertahanan terbaik adalah menyerang

Terkait kekerasan di Paris. Ini kondisi yang sistematik. Kita harus membaca jeli bahwa boleh jadi penyerangan dan pembunuhan yang terjadi di Perancis itu hanyalah operasi intelejen di internal Perancis. Para pemilik kekuasaan di sana itu mungkin sedang bertikai, karena Perancis sekarang menerima pengungsi Suriah dan mengakui kemerdekaan Palestina

Begitu juga dengan fenomena pangkalan militer Amerika di Darwin. Ini pertanyaan besar buat kita. Ancaman apa yang membuat Amerika membuat pangkalan militer. Kita harus ajukan pertanyaan. Kemarin saya berbicara dengan beberapa petinggi militer. Mereka katakan, hati-hati Indonesia dan gerakan Islam. Indonesia negara yang paling subur dakwahnya. Tapi kita tetap harus perbaiki tampilan kita agar orang jatuh cinta pada dakwah

Saya tidak akan bicara terlalu banyak di depan Alumni KAMMI. Kata-kata bijak; "Jangan ajak bicara orang cerdas. Orang cerdas akan mengerti cukup dengan isyarat". Dan pesan saya juga untuk para pemuda yang hadir. Kita percaya bahwa "Pondasi semangat adalah perasaan yang kuat. Pondasi amal adalah tekadnya para pemuda"

Sekarang saya ingin bercerita tentang AKP di Turki. Salah satu kemenangan AKP adalah program mereka yang menyentuh rakyat. Ada program ketahanan pangan, air dan energi. Ada peran media yang mempublikasikan keberhasilan dalam skala besar dan terus menerus. Kita harus kuasai media. Tulislah banyak hal di media tentang kita. Tentang pikiran-pikiran kita. Agar orang paham dan mau bekerjasama. Kelemahan kita adalah tidak bisa menguasai media. Facebook atau kompasiana akhirnya menjadi saluran kita. Kita belum punya media yang punya market yang lebih besar

Seperti Jawa Barat saja. Sudah enam tahun Jabar mendapatkan penghargaan untuk angka partisipasi sekolah. Dari enam tahun lalu sebear 49%, sekarang meningkat menjadi 75%. Jawa Barat juga mendapatkan anugrah ketahanan pangan dan penghargaan electronic procurement terbaik di Indonesia selama tiga tahun ini. Bayangkan saja, di Jawa Barat dari sejak zaman Indonesia masih baru merdeka hingga enam tahun lalu, Puskesmas di Jawa Barat hanya 147 puskesmas. Di zaman kita memimpin meningkat menjadi 450 puskesmas. Kalayakan jalan propinsi kita juga berada di angka fantastis. Sekitar 95 persen. Tapi kita lemah dalam mempublikasikan hingga ke tingkat nasional

Saya sampai bertanya-tanya. Aktivis KAMMI kenapa tidak ada yang rutin menulis di media atau menjadi wartawan dan menceritakan keberhasilan-keberhasilan kita. Saya beberapa kali bertemu dengan para wartawan dan semuanya dari organisasi lain. Tidak ada satupun aktivis KAMMI. Ini penting. Menuliskan keberhasilan dakwah juga perlu ada agennya

Yang terakhir. Kita harus juga pahami bahwa pertarungan yang haq dan bathil akan selalu terjadi di muka bumi. Itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Kita tahu Rasulullah Muhammad, Muhammad Morsi dan Tecep Thayib Erdogan adalah orang-orang baik yang tulus. Mereka mengajak kepada kebaikan. Tapi tetap saja mereka dimusuhi dan diperangi. Itu sudah tertulis dengan jelas. “Mereka akan terus memerangi kalian, sampai murtad dari agama kalian, jika mereka mampu melakukannya…” (Qs. al-Baqarah (2): 217)

Kita melakukan kebaikan saja orang bisa memusuhi. Apalagi kalau kita terpeleset. Mereka menunggu-nunggu untuk menembakkan amunisinya. Maka jaga diri kita agar tidak terpeleset.
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Pikiran Kita Adalah Pikiran Perubahan | Nasehat Kang Aher Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah