728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Wednesday, 6 January 2016

Kilas Gaza Dalam 19 Poin

MUHARRIKDAKWAH - 1. Pada tahun 2006, Hamas memenangkan pemilu di seluruh daerah di Palestina, dengan prosentase yang menggembirakan, Hamas lalu membentuk pemerintahan.

2. Lalu mulailah terjadi pemberontakan yang datang dari antek-antek Fatah yang bercokol di beberapa departemen keamanan di Gaza terhadap pemerintahan Hamas dan kebijakan mentri dalam negri. Mereka menyebarkan kekacauan di dalam negri dan membakar kantor MPR, sehingga setelah itu kekacauanpun semakin menjadi-jadi di jalanan Gaza.

3. Mentri dalam negri lalu mengeluarkan kebijakan membentuk kekuatan keamanan dari Brigadir Al-Qassam, tanpa gaji, tujuanya menjaga keamanan jalanan dan penduduk Gaza. 

4. Maka mulailah upaya terstruktur yang dilakukan oleh Fatah melawan kekuatan Brigadir Al-Qasaam, melalui bentrokan-bentrokan di jalanan yang terus menerus dan menebarkan peledak di jalan, sehingga mengakibatkan para pemuda terbaik Al-Qassam syahid dan sebagian dari mereka terluka.

5. di setiap terjadi bentrokan para pemimpin Hamas selalu memberikan instruksi kepada Brigadir Al-Qasam agar tidak menembakan senjata apapun, demi menjaga agar tidak terjadi fitnah dan darah tidak tertumpah. 

6. saat itu Mesir dipimpin oleh seorang Firaun, Mubarak yang menutup perlintasan Rafah, mengisolasi Gaza dan menahan Perdana Mentri Palestina, 
Haniyya dan beberapa mentrinya dari melakukan perjalanan keluar dari Gaza 

7. Hamas lalu meminta dan menuntut di bentuknya pemerintahan bersama dengan Fatah, untuk menghindari pertumpahan darah dan menjauhkan jalanan palestina dari bentrokan yang berkelanjutan. Dan terbentuklah setelah itu pemerintahan bersama setelah adanya seruan dari raja Saudi. 

8. Tapi setelah pemerintahan bersama terbentuk, dimulailah perang terbuka melawan Hamas dan para pemimpinya, melalui penistaan terhadap masjid-masjid, penembakan terhadap para imam masjid dan orang-orang yang berjenggot dan pembunuhan terhadap siapapun yang mengatakan; saya adalah Hamas.

9. Dan pada musim panas tahun 2007, keputusan terakhir dari para pemimpin Brigadir Al-Qassam kepada para tentaranya adalah untuk mengakhiri lelucon tersebut dengan cara brigadir Al-Qassam, yaitu dengan cara mengusir mereka dari Gaza. Para antek-antek Fatah yang bercokol di beberapa departemen di Gaza. 

10. setelah itu isolasi terhadap Gaza semakin menjadi-jadi dan semakin mencekik terutama dari pihak Mesir dan Israel.

11. hingga tidak lama setelah itu, kemudian seluruh kekuatan keji berkumpul dan bersepakat untuk menyerang Gaza, sebuah tempat yang sangat kecil tapi memiliki kedudukan yang tinggi, maka dideklarasikanlah perang terhadap Gaza pada tahun 2008, dan perang itu adalah perang yang paling mengerikan yang pernah dialami oleh Palestina. Akibatnya mentri dalam negri syahid serta juga sebagian besar para pejuang yang ikhlas ikut syahid. Selama 22 hari Gaza tetap tegar dan keluar dari peperangan tersebut dalam kondisi kepalanya mengangkat. 

12. kemenangan Hamas di Gaza tidak membuat musuh berhenti, maka isolasi terhadap Gaza terus menerus dilakukan dan semakin mencekik, hingga Allah menakdirkan DR. Mursi naik ke kursi kepresidenan di Mesir, dan kebijakanya yang pertama adalah menyangkut Palestina, Al-Quds dan Gaza. Ia berada di samping Gaza dan membelanya, walau pembelaan yang jujur itu tidak berlangsung lama. Kemudian Israel melakukan agresi lagi terhadap Gaza pada tahun 2012, yaitu saat setelah Al-Ja’bari dibunuh Israel. Dan untuk kali pertama rudal-rudal Hamas mencapai ibu kota Israel, Tel Aviv. Dalam perang ini Gaza tetap tegar selama 8 hari, dan keluar dari perang dalam kondisi kepala tegak. 

13. terjadilah kudeta terhadap Mursi karena membela Palestina dan Suria, lalu setelah itu dicokolkan pelaku kudeta, penghianat dan pemuja zionis, Asisi sebagai presiden Mesir, dan kebijakan pertama yang ia lakukan adalah menghancurkan Gaza, menggulingkan Hamas, menutup perlintasan Rafah, menghancurkan terowongan-terowongan, dan mengisolasi Gaza. Sisi adalah musuh umat. 

14. Isolasi pun semakin keras, dan argumentasi Fatah dan Abbas setelah itu terhadap Hamas adalah jika kalian ingin rekonsiliasi, maka syaratnya adalah menyerahkan pemerintahan kepada kami, Hamas lalu menyetujui hal itu, dan ditekenlah perjanjian Asy-Syati, yang berisi penyerahan Gaza dengan kementrian-kementrianya serta pegawai-pegawainya kepada pemerintahan bersama. Tidak berselang lama, hingga kemudian perdana mentri pemerintahan ‘bersama’ yang merupakan antek Fatah dan Abbas mendeklarasikan berlepas diri dari Gaza dan mengumumkan bahwa para pegawai Gaza melakukan pemberontakan terhadap legalitas Fatah dan Abbas.

15. setelah itu tidak lama kemudian, terjadilah agresi besar-besaran zionis terhadap Gaza selama 55 hari, dalam peperangan itu, baik batu, pohon dan manusia tidak ada satupun yang menyerah. Semuanya tegak dan tegar. Penjajah zionis di perang kali ini terjebak dalam kubangan lumpur Gaza, dimana di Gaza mereka menelan pil pahit kekalahan. Lalu Zionis mengirim pesan kepada Asisi; selamatkan kami dari rimba ganas Gaza. Maka Mesir menyerukan untuk dilakukan gencatan senjata dan penghentian peperangan. para politikus Hamas lalu menyanggupi hal itu, lalu mereka keluar menuju ke Mesir, dan Hamas memberikan syarat untuk itu; yaitu pembangunan pelabuhan, bandara, penghentian isolasi, pembukaan perlintasan Rafah, dan Mesir menyanggupi hal itu, maka perangpun berhenti. Dan sayangnya itu hanya lah permainan Mesir saja, dimana tidak satupun isi perjanjian itu yang ditepati, malah Mesir mengejek para politikus Hamas karena menyepakati hal itu. 

16. setelah itu OKI menyerukan diadakanya konferensi untuk merekonstruksi Gaza dan rumah-rumah yang hancur diakibatkan oleh agresi Zionis Israel. Konferensi itu diadakan di Mesir dan dihadiri oleh Abbas dengan iring-iringanya, para penghianat yang bobrok untuk meraup untung berupa uang di atas darah dan kerusakan penduduk Gaza, dan setelah memanen uang itu, Abbas lalu membaginya dengan Asisi, dan setelah itu sama sekali tidak melakukan rekonstruksi terhadap Gaza dan rumah yang telah hancur.

17. isolasi terhadap Gaza pun setelah itu semakin menjadi-jadi, lalu Abbas dan pengikutnya keluar menuju Hamas dengan argumentasi yang baru, setelah sebelumnya Hamas menyerahkan pemerintahan kepadanya. Bahwa jika kalian ingin lepas dari isolasi; maka berikanlah kepada kami perlintasan-perlintasan, dan Hamas menyetujui hal itu, karena Hamas lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan sangat ingin rakyat Gaza keluar dari penderitaanya.

18. akan tetapi ternyata yang mereka inginkan rupanya adalah senjata Brigadir Al-Qassam dan setelah itu mereka menjebloskan Hamas dan para mujahidnya ke dalam jeruji, sebagaimana pernah dilakukan sebelumnya oleh presiden Abu Ammar/ Yaser Arafat pada tahun 1996

19. setelah itu...kisah penderitaan Gaza terus berlanjut. Maka wahai Umat Islam, sudah saatnya kalian bangkit lalu membayar hutang ukhuwah kepada saudara-saudara kalian di Palestina. 

Allahumma Unsur Ikhwanana fi Filistin wa fi Gaza; Ya Allah tolonglah saudara-saudara kami, para mujahid yang ada di Palestina dan Gaza. Amiin.

Oleh: Ahmad Adi Adriana
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kilas Gaza Dalam 19 Poin Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah