728x90 AdSpace

Link Banner
Latest News
Powered by Blogger.
Tuesday, 18 October 2016

Sebuah Renungan: Tinggalkan Bully Membully!

MUHARRIKDAKWAH - A’udzubillahiminasyitonirrajim. Kita berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, dari perbuatan terkutuk, berlindung dari kegiatan yang tidak perlu, dan perkataan yang menyakiti orang lain.

Siapakah yang menciptakan dan memiliki kita?

Allah SWT.

Apakah Allah mencintai kita?

Sungguh Allah SWT sangat mencintai kita.

Jika kita membuat sesuatu yang sempurna dan kita sangat mencintai ciptaan kita terebut, lalu ada orang lain yang menghina bahkan merusaknya, bagaimana perasaan kita?

Pastinya kita akan marah, sebab mahakarya yang kita buat dihinakan bahkan dirusak oleh orang lain.

Manusia telah diciptakan dalam keadaan sempurna, dengan penciptaan terbaik. Sebagaimana difirmankan dalam surat At-Tin ayat 4. Kemudian, bagaimana jika kita akan menghina atau bahkan merusak hati, jiwa, dan raga manusia yang merupakan ciptaan Allah?

Siapakah yang menutupi aib-aib dan dosa kita?

Allah SWT.

Sungguh jikalau aib dan dosa kita memiliki bau, sungguh tidak ada satu pun orang yang sudi mendekati kita, menghormati kita, karena bau tak sedap yang sangat menyengat keluar dari diri kita dikarenakan oleh aib dan dosa kita.

Sungguh jikalau aib dan dosa kita memiliki wujud, maka diri kita akan dipenuhi dan tertutupi oleh sampah yang menjijikan, tertimbun olehnya, terkubur oleh gunungan aib dan dosa.

Allah SWT. menutupi aib dan dosa kita sehingga saat ini kita bisa bebas berbincang, bercanda, belajar, berinteraksi dengan orang lain, karena orang lain tersebut tidak mengetahui aib dan dosa yang kita miliki.

Kemudian, ketika Allah SWT. menutupi aib dan dosa kita, mengapa kita malah membuka aib dan dosa diri sendiri juga aib dan dosa sesama kita? Dengan membully, menghina, menuduh, mengucilkan, mengejek, menertawakan fisik, yang padahal Allah menciptakan masing-masing individu manusia dengan sempurna.

Kenapa ini bisa terjadi?! Kenapa kita harus mengejek sesama kita?

Oleh karena itu, mari kita hentikan tradisi membuli. Kita hidupkan tradisi memuji. Allah sudah menutupi aib dan dosa kita, maka janganlah kita mengumbarnya.

Oleh : Ust. M. Salman Al-Habib
Pengajar di Nurul Fikri Lembang
  • Komentar Google
  • Komentar Facebook

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Sebuah Renungan: Tinggalkan Bully Membully! Rating: 5 Reviewed By: Muharrik Dakwah